Jumat, 29 Oktober 2021

CREATIVE THINKING M5

 Pada perkuliahan minggu ke-5 membahas materi "Critical Thinking". Bu Pipit memberikan tugas menguraikan tentang Barriers to Critical Thinking (Hambatan berfikir kritis) di dalam hambatan tersebut ada dua pernyataan yaitu:

1. "if critical thinking is so important, why is it that uncritical thinking is so common?" atau jika berpikir kritis sangat penting, mengapa berpikir tidak kritis begitu umum? 

Jawaban saya: Berpikir kritis dapat membuat kamu lebih mudah dalam menjabarkan pendapat dari orang lain dan tidak mudah percaya begitu saja. Saat kamu tahu persepsi dari orang tersebut salah, kamu akan membantunya mencari kebenaran. Hal ini tentunya akan meminimalkan salah persepsi.

2. "why is that so many people including many highly aducated and intelligent people find critical thinking so difficult?" atau Mengapa begitu banyak orang termasuk orang yang berpendidikan tinggi dan cerdas merasa sulit berpikir kritis?

Jawaban saya: Karena beberapa orang mempunyai kelebihan dan kapasitas masing-masing, yang berpendidikan tinggi belum tentu dapat berfikir secara kritis dan sebaliknya orang yang tidak berpendidikan tinggi bisa jadi dapat berfikir secara kritis. Dan bisa juga dibilang disaat berfikir kritis orang tersebut tidak percaya diri untuk speak up atau berbicara dari hasil berfikir nya tersebut.

Kamis, 21 Oktober 2021

Apa yang dapat Anda pahami terkait konsep ilmu pengetahuan? dan apa kaitannya dengan cara berfikir orang?

 Ilmu pengetahuan memperkirakan/memprediksi, dikarenakan menjelaskan faktor sebab akibat suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan gejala-gejala. Dan juga mengarahkan dalam mengambil keputusan yang mengarahkan kita untuk dapat memahami gejala-gejala alam dan menghubungkannya dengan teori-teori. 


Kaitannya dengan cara berfikir orang yaitu untuk menjelaskan betapa pentingnya ilmu pengetahuan karena tak bisa dibayangkan jika kita hidup di dunia yang minim akan ilmu pengetahuan. 

Jumat, 15 Oktober 2021

Creative Thinking Minggu Ke - 3

Bumi berputar, zaman beralih, dan musim bertukar. Ungkapan kata-kata tersebut menggambarkan perubahan. Kata perubahan ada yang dikehendaki dan perubahan tidak dikehendaki. 

WHAT PEOPLE SAY ABOUT CHANGE?

PEOPLE SAY

Terhadap perubahan, orang bilang lebih baik mengikuti perubahan ketimbang membencinya. Perubahan menghantar waktu berkehidupan umat manusia dari hari yang kemarin yang telah dialami ke hari ini dan esok senantiasa untuk berbuat kebaikan.

PERKEMBANGAN IT

* Kemajuan ilmu pegetahuan memacu pengembangan dan aplikasi teknologi menghantar umat manusia memasuki masyarakat ilmu pengetahuan dalam era informasi di abad XXI.

* Pada abad ini, globalisasi teknologi informasi dan komunikasi memunculkan aplikasi alat bantu manusia menjadi dua arah, dengan menggunakan computer, internet, HP, blog, facebook, milist, twitter, iPad.

KEY TO BE CREATIVE

*Salah satu kunci keunggulan bersaing adalah modal intelektual, yaitu i kreatif dan inovatifi.

*Kehidupan diwarna [i] persaingan intra dan antar Negara, menyebabkan produk baru menjadi kelas using, lantaran disaingi produk baru dan berpacu dengan waktu.

* Inti arti makna kata persaingan dan unggul-mengungguli bermuara pada dua kata yaitu SDM kreatif dan inovatif (SDM-KI)

Makna Mata Kuliah Berfikir Kreatif

Mata kuliah berfikir kreatif (creative thinking), terdiri atas dua kata yaitu berfikir dan kreatif, yang digandeng menjadi kata majemuk. Arti kata majemuk ini menghantar kepada pemikir kreatif, yaitu sosok kreatif dan befikiran kreatif beraksi (action).

DEFINISI

Berfikir adalah kata kerja yang mengandung arti sebutan kepada orang yang dengan bahan berfikir tentang persoalan yang dipikirkan (data) diolah (proses) dengan kekuatan pancaindra menjadi solusi terbaik berupa produk berpikir (output), suatu informasi.

Berpikir kreatif ( Creative Thinking ) adalah suatu proses berpikir yang mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang orisinil dan berguna. 

DEFINISI

Kreativitas adalah kata sifat manusia yang memiliki (a) kemampuan

menciptakan daya cipta. Daya adalah kemampuan (1) melakukan

sesuatu tindakan, (2) bertindak dengan kekuatan tenaga sehingga

dengan tindakan tersebut sesuatu bias bergerak.

Elements of Creative Thinking

Untuk mempelajari creative thinking, elemen input perlu difahami, dipersiapkan dan dibiasakan untuk memperkuat pemahaman elemen proses, seperti : wawasan pemahaman dan pengertian tentang berfikir, kreatif, inovasi, ingatan (memori).

Jumat, 08 Oktober 2021

MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN

A. Manusia dan Ilmu Pengetahuan Menurut Filsuf pra Al-Attas 

Konsep tentang manusia dan pengetahuan sudah sejak lama menjadi perhatian para filsuf. Filsuf Yunani seperti Plato, misalnya, mengatakan bahwa manusia terdiri dari dua unsur: jiwa (rohani) dan tubuh (jasmani). Dua unsur ini memiliki esensi dan karakteristik yang berbeda, yang unik. Jiwa adalah zat sejati yang berasal dari dunia sejati, dunia ide. Jiwa tertanam dalam tubuh manusia. Sementara tubuh manusia adalah zat semu yang akan hilang lenyap bersamaan dengan tubuh manusia. Sedangkan ide tetap abadi. Sesuatu yang abadi terperangkap di dalam suatu yang fana. Tubuh adalah penjara bagi jiwa.

B. Manusia dan Ilmu Pengetahuan menurut Al-Attas

Manusia, sebagaimana juga dikemukakan Al-Attas adalah binatang rasional (animal rational). Karena rasionalitas adalah penentu manusia, menurut Al-Attas, maka sekurang-kurangnya kita harus memiliki gagasan tentang arti “rasional”, dan harus sepakat bahwa hal itu mengacu pada nalar.8 Akan tetapi, karena mengacu ke barat, konsep rasio sendiri mengalami kontroversi dan sangat problematik. Karena, secara bertahap, konsep tersebut telah terpisahkan dari intelek atau “intelectus”.

Eksistensi manusia dapat dianggap mempunyai tempat-tempat yang berbeda, bergantung kepada beragam jangkauan operasi indra lahir dan batin. Tingkat-tingkat eksistensi ini adalah: 

1. Eksistensi yang real atau nyata, yang merupakan eksistensi pada tingkat realitas objektif seperti dunia lahir. 

2. Eksistensi yang dapat diindra, yang terbatas kepada fakultas-fakultas indera dan pengalaman inderawi, termasuk mimpi, penglihatan batin, dan ilusi. 

3. Eksistensi khayali, yang merupakan eksistensi objek-objek pengalaman inderawi dalam imajinasi ketika objek-objek itu tidak ada dalam persepsi manusia

C. Ilmu Pengetahuan dan Proses Pencapaiannya 

Menurut Al-Attas, berbeda dengan filsafat dan sains modern, kita memandang bahwa ilmu datang dari Allah SWT. Ilmu diperoleh melalui sejumlah saluran: indera yang sehat, laporan yang benar yang disandarkan pada otoritas, akal yang sehat, dan intuisi. Arti dari ungkapan “indera yang sehat” mengacu kepada persepsi dan pengamatan, yang mencakup lima indera lahiriah: perasa tubuh, pencium, perasa lidah, penglihat, dan pendengar, yang semuanya berfungsi untuk mempersepsi hal-hal partikular dalam dunia lahir ini. Terkait dengan pancaindra ini adalah lima indra batin yang secara batiniah mempersepsi citra-citra inderawi dan maknanya, menyatukan atau memisah-misahkannya, mencerap (mengkonsepsi) gagasan-gagasan tentangnya, menyimpan hasil-hasil pencerapan itu, dan melakukan inteleksi terhadapnya. Kelima indera batin ini adalah indera umum (common sense), representasi, estimasi, ingatan dan pengingatan kembali, dan imajinasi. Dalam hal ini, yang dipersepsi adalah “rupa” (form) dari objek lahiriah, yaitu representasi realitas lahiriah atau inderawi, bukan realitas itu sendiri. 

SUMBER:

http://repository.uinbanten.ac.id/490/4/bab%20III.pdf 


Creative Thinking Minggu 7

  KONSEP BERFIKIR MANUSIA  1.  Berpikir Induktif Induktif artinya bersifat  induksi . Sinduksi adalah proses berpikir yang bertolak dari sat...