Senin, 15 November 2021

Creative Thinking Minggu 7

 KONSEP BERFIKIR MANUSIA 

1. Berpikir Induktif

Induktif artinya bersifat induksi. Sinduksi adalah proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi). Proses penalaran ini mulai bergerak dari penelitian dan evaluasi atas fenomenafenomena yang ada. Karena semua fenomena harus diteliti dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh ke proses penalaran induktif, proses penalaran itu juga disebut sebagai corak berpikir ilmiah. Namun, induksi tidak akan banyak manfaatnya jika tidak diikuti oleh proses berpikir deduksi.

Berpikir induktif ialah menarik suatu kesimpulan umum dari berbagai kejadian (data) yang ada di sekitarnya. Dasarnya adalah observasi. Proses berpikirnya adalah sintesis. Tingkatan berpikirnya adalah induktif. Jadi jelas, pemikiran semacam ini mendekatkan manusia pada ilmu pengetahuan.

Tepat atau tidaknya kesimpulan (cara berpikir) yang diambil secara induktif ini terutama bergantung pada representatif atau tidaknya sampel yang diambil, yang mewakili fenomena keseluruhan.

Makin besar jumlah sampel yang diambil, makin representatif dan makin besar taraf validitas dari kesimpulan itu, demikian juga sebaliknya. Taraf validitas kebenaran kesimpulan itu masih ditentukan pula oleh obyektivitas dari si pengamat dan homogenitas dari fenomena-fenomena yang diselidiki (Purwanto, 1998:47-48).


2. Berpikir Evaluatif (Dominan Saya)

Berpikir evaluatif ialah berpikir kritis, menilai baik-buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan. Dalam berpikir evaluatif, kita tidak menambah atau mengurangi gagasan. Kita menilainya menurut kriteria tertentu (Rakhmat, 1994).

Perlu diingat bahwa jalannya berpikir pada dasarnya ditentukan oleh berbagai macam faktor. Suatu masalah yang sama mungkun menimbulkan pemecahan yang berbeda-beda pula. Adapun faktor faktor yang mempengaruhi jalannya berpikir itu antara lain, yaitu bagaimana seseorang melihat atau memahami masalah tersebut, situasi yang tengah dialami seseorang dan situasi luar yang dihadapi, pengalaman-pengalaman orang tersebut, serta bagaimana intelegensi orang itu. 

Selain jenis-jenis berpikir yang telah disebutkan di atas, masih ada pendapat lain dari beberapa ahli.

a. Morgan dkk.  membagi dua jenis berpikir, yaitu;

► Berpikir autistik (autistic thinking) yaitu proses berpikir yang sangat

pribadi menggunakan simbol-simbol dengan makna yang sangat pribadi, contohnya mimpi.

►Berpikir langsung (directed thinking) yaitu berpikir untuk memecahkan masalah.

 

b. Menurut Kartono  ada enam pola berpikir, yaitu :

► Berpikir konkrit, yaitu berpikir dalam dimensi ruang, waktu, dan tempat tertentu.

► Berpikir abstrak, yaitu berpikir dalam ketidakberhinggaan, sebab bisa dibesarkan atau disempurnakan

keluasannya.

► Berpikir klasifikatoris, yaitu berpikir menganai klasifikasi atau pengaturan menurut

kelas-kelas tingkat tertentu.

►Berpikir analogis, yatiu berpikir untuk mencari hubungan antarperistiwa atas dasar

kemiripannya

Minggu, 07 November 2021

Creative Thinking Minggu Ke-6

 5 CONTOH KESALAHAN DALAM BERLOGIKA MELALUI PORTAL MEDIA MASSA:

1. AD Hominem





 

2. Slippery Slope



3. 
Appeal To Authority



4. 
Tu QuoQue 


5. FALSE DICHOTOMY


Jumat, 29 Oktober 2021

CREATIVE THINKING M5

 Pada perkuliahan minggu ke-5 membahas materi "Critical Thinking". Bu Pipit memberikan tugas menguraikan tentang Barriers to Critical Thinking (Hambatan berfikir kritis) di dalam hambatan tersebut ada dua pernyataan yaitu:

1. "if critical thinking is so important, why is it that uncritical thinking is so common?" atau jika berpikir kritis sangat penting, mengapa berpikir tidak kritis begitu umum? 

Jawaban saya: Berpikir kritis dapat membuat kamu lebih mudah dalam menjabarkan pendapat dari orang lain dan tidak mudah percaya begitu saja. Saat kamu tahu persepsi dari orang tersebut salah, kamu akan membantunya mencari kebenaran. Hal ini tentunya akan meminimalkan salah persepsi.

2. "why is that so many people including many highly aducated and intelligent people find critical thinking so difficult?" atau Mengapa begitu banyak orang termasuk orang yang berpendidikan tinggi dan cerdas merasa sulit berpikir kritis?

Jawaban saya: Karena beberapa orang mempunyai kelebihan dan kapasitas masing-masing, yang berpendidikan tinggi belum tentu dapat berfikir secara kritis dan sebaliknya orang yang tidak berpendidikan tinggi bisa jadi dapat berfikir secara kritis. Dan bisa juga dibilang disaat berfikir kritis orang tersebut tidak percaya diri untuk speak up atau berbicara dari hasil berfikir nya tersebut.

Kamis, 21 Oktober 2021

Apa yang dapat Anda pahami terkait konsep ilmu pengetahuan? dan apa kaitannya dengan cara berfikir orang?

 Ilmu pengetahuan memperkirakan/memprediksi, dikarenakan menjelaskan faktor sebab akibat suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan gejala-gejala. Dan juga mengarahkan dalam mengambil keputusan yang mengarahkan kita untuk dapat memahami gejala-gejala alam dan menghubungkannya dengan teori-teori. 


Kaitannya dengan cara berfikir orang yaitu untuk menjelaskan betapa pentingnya ilmu pengetahuan karena tak bisa dibayangkan jika kita hidup di dunia yang minim akan ilmu pengetahuan. 

Jumat, 15 Oktober 2021

Creative Thinking Minggu Ke - 3

Bumi berputar, zaman beralih, dan musim bertukar. Ungkapan kata-kata tersebut menggambarkan perubahan. Kata perubahan ada yang dikehendaki dan perubahan tidak dikehendaki. 

WHAT PEOPLE SAY ABOUT CHANGE?

PEOPLE SAY

Terhadap perubahan, orang bilang lebih baik mengikuti perubahan ketimbang membencinya. Perubahan menghantar waktu berkehidupan umat manusia dari hari yang kemarin yang telah dialami ke hari ini dan esok senantiasa untuk berbuat kebaikan.

PERKEMBANGAN IT

* Kemajuan ilmu pegetahuan memacu pengembangan dan aplikasi teknologi menghantar umat manusia memasuki masyarakat ilmu pengetahuan dalam era informasi di abad XXI.

* Pada abad ini, globalisasi teknologi informasi dan komunikasi memunculkan aplikasi alat bantu manusia menjadi dua arah, dengan menggunakan computer, internet, HP, blog, facebook, milist, twitter, iPad.

KEY TO BE CREATIVE

*Salah satu kunci keunggulan bersaing adalah modal intelektual, yaitu i kreatif dan inovatifi.

*Kehidupan diwarna [i] persaingan intra dan antar Negara, menyebabkan produk baru menjadi kelas using, lantaran disaingi produk baru dan berpacu dengan waktu.

* Inti arti makna kata persaingan dan unggul-mengungguli bermuara pada dua kata yaitu SDM kreatif dan inovatif (SDM-KI)

Makna Mata Kuliah Berfikir Kreatif

Mata kuliah berfikir kreatif (creative thinking), terdiri atas dua kata yaitu berfikir dan kreatif, yang digandeng menjadi kata majemuk. Arti kata majemuk ini menghantar kepada pemikir kreatif, yaitu sosok kreatif dan befikiran kreatif beraksi (action).

DEFINISI

Berfikir adalah kata kerja yang mengandung arti sebutan kepada orang yang dengan bahan berfikir tentang persoalan yang dipikirkan (data) diolah (proses) dengan kekuatan pancaindra menjadi solusi terbaik berupa produk berpikir (output), suatu informasi.

Berpikir kreatif ( Creative Thinking ) adalah suatu proses berpikir yang mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang orisinil dan berguna. 

DEFINISI

Kreativitas adalah kata sifat manusia yang memiliki (a) kemampuan

menciptakan daya cipta. Daya adalah kemampuan (1) melakukan

sesuatu tindakan, (2) bertindak dengan kekuatan tenaga sehingga

dengan tindakan tersebut sesuatu bias bergerak.

Elements of Creative Thinking

Untuk mempelajari creative thinking, elemen input perlu difahami, dipersiapkan dan dibiasakan untuk memperkuat pemahaman elemen proses, seperti : wawasan pemahaman dan pengertian tentang berfikir, kreatif, inovasi, ingatan (memori).

Jumat, 08 Oktober 2021

MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN

A. Manusia dan Ilmu Pengetahuan Menurut Filsuf pra Al-Attas 

Konsep tentang manusia dan pengetahuan sudah sejak lama menjadi perhatian para filsuf. Filsuf Yunani seperti Plato, misalnya, mengatakan bahwa manusia terdiri dari dua unsur: jiwa (rohani) dan tubuh (jasmani). Dua unsur ini memiliki esensi dan karakteristik yang berbeda, yang unik. Jiwa adalah zat sejati yang berasal dari dunia sejati, dunia ide. Jiwa tertanam dalam tubuh manusia. Sementara tubuh manusia adalah zat semu yang akan hilang lenyap bersamaan dengan tubuh manusia. Sedangkan ide tetap abadi. Sesuatu yang abadi terperangkap di dalam suatu yang fana. Tubuh adalah penjara bagi jiwa.

B. Manusia dan Ilmu Pengetahuan menurut Al-Attas

Manusia, sebagaimana juga dikemukakan Al-Attas adalah binatang rasional (animal rational). Karena rasionalitas adalah penentu manusia, menurut Al-Attas, maka sekurang-kurangnya kita harus memiliki gagasan tentang arti “rasional”, dan harus sepakat bahwa hal itu mengacu pada nalar.8 Akan tetapi, karena mengacu ke barat, konsep rasio sendiri mengalami kontroversi dan sangat problematik. Karena, secara bertahap, konsep tersebut telah terpisahkan dari intelek atau “intelectus”.

Eksistensi manusia dapat dianggap mempunyai tempat-tempat yang berbeda, bergantung kepada beragam jangkauan operasi indra lahir dan batin. Tingkat-tingkat eksistensi ini adalah: 

1. Eksistensi yang real atau nyata, yang merupakan eksistensi pada tingkat realitas objektif seperti dunia lahir. 

2. Eksistensi yang dapat diindra, yang terbatas kepada fakultas-fakultas indera dan pengalaman inderawi, termasuk mimpi, penglihatan batin, dan ilusi. 

3. Eksistensi khayali, yang merupakan eksistensi objek-objek pengalaman inderawi dalam imajinasi ketika objek-objek itu tidak ada dalam persepsi manusia

C. Ilmu Pengetahuan dan Proses Pencapaiannya 

Menurut Al-Attas, berbeda dengan filsafat dan sains modern, kita memandang bahwa ilmu datang dari Allah SWT. Ilmu diperoleh melalui sejumlah saluran: indera yang sehat, laporan yang benar yang disandarkan pada otoritas, akal yang sehat, dan intuisi. Arti dari ungkapan “indera yang sehat” mengacu kepada persepsi dan pengamatan, yang mencakup lima indera lahiriah: perasa tubuh, pencium, perasa lidah, penglihat, dan pendengar, yang semuanya berfungsi untuk mempersepsi hal-hal partikular dalam dunia lahir ini. Terkait dengan pancaindra ini adalah lima indra batin yang secara batiniah mempersepsi citra-citra inderawi dan maknanya, menyatukan atau memisah-misahkannya, mencerap (mengkonsepsi) gagasan-gagasan tentangnya, menyimpan hasil-hasil pencerapan itu, dan melakukan inteleksi terhadapnya. Kelima indera batin ini adalah indera umum (common sense), representasi, estimasi, ingatan dan pengingatan kembali, dan imajinasi. Dalam hal ini, yang dipersepsi adalah “rupa” (form) dari objek lahiriah, yaitu representasi realitas lahiriah atau inderawi, bukan realitas itu sendiri. 

SUMBER:

http://repository.uinbanten.ac.id/490/4/bab%20III.pdf 


Kamis, 30 September 2021

Selamat Datang Semester 3!

 Assalamualaikum wr wb Shalom Om Swastiastu.

Perkenalkan Nama Saya Muhammad Raihan Nurdiansyah saya adalah Mahasiswa Gunadarm Fakultas Ilmu Komunikasi. Tugas saya di awal semester 3 adalah menceritakan materi Mata Kuliah "Creative Thinking" dengan dosen bernama Ibu Pipit Fitriah S.IKOM., MM.


Dalam pertemuan awal di semester 3 saya mendapatkan mata kuliah "Creative Thinking" adalah sesuatu ilmu yang menarik dikarenakan kita harus menjadi orang yang BERFIKIR KREATIF, dalam materi permulaan saya dan teman-teman saya dikelas mendapatkan sebuah video soal yang unik dengan judul " Seberapa Idiot Kamu?". Bagi saya sebelum saya menjawab soal tersebut Idiot itu bisa dilakukan dengan cara kekonyolan atau pribadi yang suka melakukan hal yang membuat di sekeliling kita tertawa atau bisa dibilang ketika kita sedang nongkrong, sharing, dan sebagainya bersama teman-teman atau lingkungan baru. Mengapa saya bilang seperti itu dikarenakan saya termasuk orang yang idiot dalam Hal untuk membuat teman-teman saya tertawa dan untungnya teman-teman saya bisa menerima usaha saya untuk membuat mereka tertawa walaupun kadang suka garing atau teman saya tidak mengerti jokes saya hahaha. Oke lanjut dengan pembahasan video soal yang diberikan Ibu Pipit Fitriah, di video tersebut ada 8 soal dan masing-masing soal ada bobot poin, jawaban yang benar mendapatkan poin tertinggi maksimal 40. Saya termasuk dalam orang yang "Normal" karena saya mendapatkan Nilai 180. Dalam artian "Normal" adalah Jawaban saya ada beberapa yang benar, dan beberapa yang salah, saya bukan idiot, namun saya juga bukan orang yang pintar. Kesimpulan dari saya untuk pertemuan pertama mata kuliah "Creative Thinking" adalah kita diajarkan untuk melatih daya tanggap otak dengan cepat dan tanggap dan selalu berfikir kreatif. Sekian dari Cerita Pertemuan Awal Semester 3 dengan mata kuliah "Creative Thinking". Sampai Bertemu di lain Waktu.

SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU YA!

GOOD LUCK!!!☺


Creative Thinking Minggu 7

  KONSEP BERFIKIR MANUSIA  1.  Berpikir Induktif Induktif artinya bersifat  induksi . Sinduksi adalah proses berpikir yang bertolak dari sat...